Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Januari 2009

Aksi tempel stiker PIS 33


Stiker Caleg PIS 33 beredar di Bekasi


Aksi penempelan stiker Caleg PIS No. 33 DPR RI Dapil VII No. Urut 4 telah dilakukan oleh team sukses yang langsung dipimpin oleh Bapak Dovi - Manager Operasional Team Sukses bersama team lapangan dan logistik yaitu Bapak Idink dan Bapak Iwan pada tanggal 30 Desember lalu.


ANGKOT

Hampir sebagian besar angkot yang beroperasi di Bekasi saat ini telah berstiker PIS 33 di kaca belakang, kaca pintu masuk dan didalam kabin penumpang, hal ini dalam rangka sosialisasi parpol peserta pemilu bernomor 33 dan Caleg DPR RI Dapil Jabar VII no. urut 4 diwilayah konstituennya.


TAXI

Demikian pula taxi sekitar kota Bekasi juga tak luput dari pembagian stiker dan kalender PIS 33, para pengemudinya sangat antusias pada saat pembagian atribut partai PIS 33.


BECAK

Tak luput juga para pengemudi becak yang mangkal diseantaro pasar/ simpangan/ terminal seluruhnya tak luput dari pembagian stiker dan kalender PIS 33, bahkan yang paling seru justru kelompok pengemudi becak inilah yang sangat "welcome" menerima team sukses dilapangan.


OJEK

Ojek juga menjadi sasaran dan seluruh ojek dipinggir-pinggir jalan seputar kota Kab. Bekasi tak luput dari oleh-oleh kami.


PEDAGANG ASONGAN

Ikut pula kebagian para pedagang asongan dan gerobak dorong yang berjualan seputaran komplek ruko dan pertokoan di Bekasi, stiker dan kalender PIS 33 telah tertempel dengan apik digerobak mereka.


BUS

Diterminal Bekasi, para team sukses juga berhasil bergerilya membagikan stiker dan kalender PIS 33 kepada pengemudi bus serta menempelkannya pada body belakang bus.


WARGA

Para pejalan kaki dan warga sekitar pasar tradisional dan terminal Bekasi juga tak luput dari aksi ini.


PASAR

Seluruh pedagang di Pasar tradisional Bekasi juga kami serang dengan aksi bagi-bagi kalender gratis.


Atribut dan logistik

Pada hari itu kami berhasil melakukan aksi penempelan stiker dan pembagian kalender PIS 33 sebanyak 3500 lembar, juga pembagian logistik berupa soft drink, minuman air kemasan mineral, rokok dan makanan kecil kepada warga simpatisan PIS 33 dan para wong cilik. (team sukses caleg DPR RI Jabar VII No. Urut 4. PARTAI INDONESIA SEJAHTERA 33).

Perayaan Tahun Baru 2009 di PAC PIS Tambun Selatan




Aksi bantuan untuk kader PIS PAC Tambun Selatan, menyambut malam tahun baru 2009



Sesuai komitmen dengan kader PIS Kab. Bekasi khususnya di Kecamatan tambun Selatan Kali ini Caleg PIS DPR RI Jabar VII No. Urut 4, Bapak Nindya Nazara dan Team Sukses mempunyai agenda memberikan bantuan sebisanya dalam rangka berpartisipasi untuk kader PIS di Kecamatan Tambun Selatan – Kabupaten Bekasi yaitu memberikan bantuan berupa ikan laut segar untuk pesta menyambut malam tahun baru yang dilaksanakan di posko-posko PIS di Tambun Selatan.

Kami dan team berangkat tgl 31 Des'08 tepat jam 13.00 siang dari sekertariat Pemenangan Pemilu untuk Caleg PIS 33 No. Urut 4 Bapak Nindya Nazara dimarkas Jl. H. Samali, Pejaten Pasar Minggu Jakarta Selatan menuju daerah pelabunan ikan laut di Muara Karang Pluit Jakarta Utara dalam rangka membeli ransum berupa ikan laut segar yang akan disumbangkan kepada kader PIS di PAC Tambun Selatan Bekasi. Tak lupa Pak Dovi membawa container besar untuk tempat ikan.

Ikut serta dalam team adalah Pak Dovi – Manager Operasional Team Sukses, Pak Idink – Sie Lapangan Team Sukses dan Bu Shelly – Bendahara Team Sukses dan tentunya pak Caleg sendiri juga ikut serta turun kelapangan, dimana sebelumya telah berkoordinasi dengan ketua Team Sukses Bapak Zack yang berhalangan hadir.

Tiba di Pasar Pelelangan ikan Muara Karang tampak suasana penuh sesak dengan para pedagang ikan dan juga para pengunjung yang umumnya akan membeli ikan untuk menyambut tahun baru 2009 yang sudah menjadi tradisi merayakannya, dengan acara bakar bakar ikan bersama kerabat dan keluarga. Kami beruntung mendapatkan parkir agak mudah dan strategis, walaupun sebelumnya melewati kubangan banjir air hitam yang kotor, Team pun segera turun dan menyadari bahwa kami salah costum dan segera membeli sandal jepit untuk berjalan menyisir pasar ikan.

Kami sempat kebingungan dengan banyaknya jenis dan jumlah ikan yang ditawarkan, ada cumi, kerang, ikan tongkol, ikan kambing-kambing, ikan ayam-ayam, ikan bawal, ikan cakalang, dan macam-macam ikan lainnya. Akhirnya team memutuskan akan membeli satu jenis ikan saja agar mudah dan hemat waktu, pilihan jatuh pada ikan bawal dan segera kami memborongnya sebanyak 230 ekor ikan bawal dengan 2 kontainer penuh yang telah pula diisi es cacah. Bu Shelly juga menyempatkan membeli beberapa kilo ikan lainnya dan cumi-cumi untuk dikonsumsi sendiri.

Team langsung berangkat dari Muara karang menuju Tambun Selatan, Bekasi. Dijalan toll kami sempat menerima SMS dari pak Teddy – Sekertaris PDC PIS Bekasi yang meminta klarifikasi jam berapa kami tiba di Bekasi dan kami jawab sebelum magrib. Dalam perjalanan kami sengaja mematikan AC karena kabin mobil menjadi bau ikan.
Tepat jam 17.00 kami tiba di posko PIS Tambun Selatan dan bertemu kader PIS yang telah menunggu, dan kami segera menyerahkan bantuan sekedarnya yaitu sebanyak 150 ekor (I container) ikan bawal segar kepada Pak Teddy dan bahwa kami sifatnya hanya memberikan bantuan ala kadarnya untuk dapat mensukseskan acara malam tahun baruan yang dilaksanakan kader PIS di Tambun Selatan, dan tak lupa permohonan maaf karena tidak dapat hadir bersama kader dalam acara malam tahun baruan, karena masih ada acara lainnya di Jakarta. Kemudian kami segera pamitan dan kembali ke Jakarta, membawa sisa ikan untuk dibagikan kepada anggota Team Sukses dan simpatisan di Jakarta.

aksi temu kader pis dan warga di kab. karawang




Aksi temu kader PIS dan warga di Kab. Karawang



Kunjungan ke Kabupaten Karawang dilakukan oleh Caleg PIS DPR RI Dapil Jabar VII dengan rombongan Team Sukses menuju PAC (Pimpinan Anak Cabang) Klari Kabupaten Karawang dan rencana juga mengunjungi ketua DPC PIS Karawang Bapak Wilfried (Willy), namun Ketua DPC PIS Karawang tidak bisa dihubungi sehingga focus kunjungan diarahkan ke PAC PIS Klari. Logistic yang dibawa berupa : 225 buah bendera PIS , 2.500 lembar stiker PIS dan 1.000 lembar Kalender PIS, 3 dus minuman botol, rokok, dll.

Agenda awal adalah dalam rangka acara bakti sosial pengobatan gratis, namun informasi PAC PIS Klari acara ditunda sehingga kunjungan kerja dilakukan ke 2 desa terpencil dibelakang kawasan industri Karawang yaitu Desa KUTA MEKAR, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang dan Desa PARUNG MULYA, Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang untuk melakukan sosialisasi pemilu dan surat suara serta bantuan untuk pembangunan musholla desa.

Tiba di sekertariat PAC PIS Klari sekitar pukul 10.00 WIB dan disambut oleh Ketua PAC PIS Klari, Wakil Ketua dan seluruh pengurus PAC PIS Klari, juga hadir Caleg DPRD Karawang ibu Vega Veolita Puspa. Kemudian rombongan melakukan konsolidasi dan meeting dalam rangka kunjungan kedaerah konstituen PIS yang merupakan basis massa PIS.

Nindya Nazara – caleg PIS DPR RI Dapil Jabar VII memberikan bantuan kepada PAC PIS Klari berupa uang tunai dan logistik bendera PIS sebanyak 100 buah dan alat kelengkapan campaign berupa stiker dan kalender PIS.

Tepat jam 11.00 WIB rombongan Caleg DPR RI Jabar VII dan rombongan PAC PIS Klari yaitu Ketua PAC PIS dengan menggunakan 2 (dua) kendaraan menuju daerah konstituen PIS, sebelumnya kami mampir dahulu untuk sekedar membelikan minuman dan rokok untuk oleh-oleh kepada warga.

Desa Kuta Mekar

Lokasi Kecamatan desa terletak di belakang Kasawan Industri Karawang yang merupakan dataran tinggi (pegunungan) dengan medan jalan akses cukup kecil, berliku dan belum diaspal (tanah dan batu) yang merupakan akses jalan desa satu-satunya, kami juga sempat beberapa kali berhenti dan turun dari kendaraan untuk memastikan agar roda kendaraan tidak terperosok masuk ke selokan ataupun sawah, setelah melewati jembatan kecil yang sempit dan berkelok tibalah didesa KUTA MEKAR dan dikejauhan terlihat warga sedang bahu membahu merenovasi musholla dipinggir jalan desa, musholla berukuran kira-kira 50 meter persegi sudah berdiri seluruh temboknya namun belum lagi ada atap, saat rombongan datang warga dan pekerja sedang memasang genteng (lihat foto). Juga sudah terpasang bendera PIS didepan musholla dengan sebatang bambu panjang.

Kami diterima oleh Wakil Kepala Dusun desa KUTA MEKAR dirumahnya yang sekaligus sebagai posko proyek perbaikan musholla, sambutan warga desa sangat ramah, kami berbincang-bincang dan disuguhi makanan ringan khas daerah tersebut yaitu seperti kue semprong berbentuk kerucut dan kerupuk berwarna merah khas desa serta minuman air mineral kemasan.

Selang beberapa waktu kemudian berkumpullan warga Desa KUTA MEKAR yang didominasi ibu-ibu dan anak-anaknya karena sebagian kaum bapak sedang bekerja di musholla, Ibu Vega Violeta Puspa – Caleg DPRD Kabupaten Karawang memberikan sambutan dan memperkenalkan rombongan dengan bahasa setempat (sunda), kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi surat suara kepada warga desa yang hadir di kediaman Wakades KUTA MEKAR. Kemudian dilanjutkan oleh Bapak Nindya Nazara - Caleg DPR RI Dapil Jabar VII Partai Indonesia Sejahtera (PIS No. 33) memperkenalkan diri dan rombongan serta menjelaskan maksud kedatangan yaitu dalam rangka sosilalisasi pemilu 2009 dan surat suara.

Dalam orasinya Bapak Nindya Nazara (NNA) menjelaskan bahwa pentingnya momen pemilu yang hanya datang 5 tahun untuk memilih pemimpin Indonesia yaitu Presiden Republik Indonesia dan para wakil rakyat yang duduk ditingak pusat (DPR RI), daerah (DPRD) dan DPD yang merupakan wakil dari masyarakat dan warga desa KUTA MEKAR. Sehingga masyarakat diharapkan aktif berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang pada tahun 2009 ini sangat berbeda dengan masa-masa era ORBA dimana rakyat memilih langsung pemimpin yang di-inginkan dan dicintainya. Kemudian Bapak Nindya Nazara (NNA) juga berpesan agar warga “tidak salah” memilih pemimpinnya karena jika salah maka rakyat juga yang akan merasakannya, gunakan hati nurani dalam menentukan pilihan, Bapak Nindya Nazara tidak pernah mewajibkan warga (konstituennya) untuk memilih beliau, hanya bila warga merasa beliau dapat dipercaya untuk mewakili warga desa KUTA MEKAR maka amanat itu akan dilaksanakan sebaik-baiknya, sehingga Bapak Nindya Nazara tidak berani memberikan janji-janji muluk kepada warga.

Tidak lupa pula kami memaparkan PIS dan calon Presiden RI yang diusung PIS yaitu Bapak Letjen TNI (Purn) Dr (HC) H. Sutiyoso, sebagian besar masyarakat sudah sangat mengenal figur Capres PIS, dan mereka mengangguk-anggukan kepala.

Sesi Tanya jawab cukup ramai dan warga antusias untuk bertanya tentang tehnis pencoblosan surat suara karena kali ini sangat berbeda dengan pemilu yang mereka kenal. Pertanyaan umumnya banyak dijukan oleh kaum ibu dan tematik masalah keabsahan surat suara, berkali-kali kami harus menjelaskan dan mengulang-ulangnnya dengan sabar sampai seluruhnya mengerti. Bagaimana harus membuka surat suara, menyimak dan menandai-nya sampai detail sekecil-kecilnya sehingga warga seluruhnya menjadi jelas.

Kemudian kami juga memberikan sumbangan uang tunai kepada Wakades KUTA MEKAR untuk sekedar membantu memberikan bantuan dalam rangka renovasi musholla desa. Pada saat yang bersamaan Team Sukses bersama anggota PIS PAC Klari membagi-bagikan logistik pemilu yaitu stiker PIS dan Kalender PIS kepada seluruh warga yang hadir termasuk para pekerja di musholla dan tetangga sekitar desa. Dalam acara pembagian atribut partai ini sangat meriah karena warga desa antusias sekali dan sangat ingin memiliki atribut tersebut baik untuk dikoleksi maupun ditempel pada pintu dan jendela rumah mereka.

Kami sangat terharu dengan sambutan warga desa, apalagi desa terpencil ini belum memiliki jalan aspal, tidak ada air bersih, tidak ada listrik…!!!, sungguh sangat aneh dan sedih hati kami melihat kenyataan diabad modern dipenghujung tahun 2008 masih ada rakyat Indonesia yang beberapa meter bertetangga dengan Kawasan Industri Karawang yang berdiri pabrik-pabrik besar dan megah… tidak memiliki listrik….!!! Tidak ada televisi, radio, Koran apalagi internet… bahkan kami berjalan berkilo meter tidak menemukan sekolah, puskesmas, dan fasum lainnya, Luar bisa ironis dan mengenaskan…. Namun itulah kenyataan yang kami lihat.

Setelah selesai acara tatap muka kami pamit kepada Wakades dan warga desa, tak lupa kami berpose (foto) bersama di depan rumah Wakades KUTA MEKAR didampingi oleh Wakades sendiri dan warganya, Ketua & Wakil Ketua PIS PAC Klari, Caleg DPRD Karawang dan Team Sukses… semua tersenyum dan mengangkat jari yang menyatakan dukungan kepada PIS dan calegnya… sambil berseru “ hiduuuuuuuuuuuuup PIS 33”…

Tidak terasa hampir 3 (tiga) jam kami berbaur dengan warga desa KUTA MEKAR, dan rombongan meneruskan perjalanan menuju desa PARUNG MULYA yang lokasinya diatas pegunungan beberapa kilometer dari desa KUTA MEKAR.

Desa Parung Mulya



Mobil rombongan hanya sampai dikaki gunung jalan menuju desa PARUNG MULYA, karena jalan desa yang sempit berupa semak belukar hanya jalan tanah dan bebatuan yang kiri kanannya masih ditumbuhi ilalang dan hutan liar, sampai di rumah sesepuh desa yaitu Abah Kumis mobil tidak dapat lagi melanjutkan perjalanan karena jalan menyempit sehingga kami harus turun dan berjalan kaki untuk mencapai desa PARUNG MULYA yang terletak di ketinggian (pegunungan).

Abah Kumis adalah mantan pejuang kemerdekaan RI yang disegani didaerah tersebut dan merupakan tokoh masyarakat, usianya sekitar 80-an tahun namun masih sangat baik pendengaran dan penglihatannya, setelah bersalaman dan minta restu serta tidak lupa menempelkan stiker PIS dan memberikan souvenir kalender PIS kami melanjutkan pendakian, dipekarangan Abah Kumis berkibar bendera PIS tertiup angin pegunungan dengan megahnya, bendera sudah agak lusuh menandakan sudah lama dikibarkan.

Kami dan rombongan berjalan mendaki +/- 5 km untuk mencapai posko PIS di desa PARUNG MULYA diatas pegunungan, jalan yang kami lalui adalah jalan desa berupa tanah dan masih becek dibeberapa bagian, jalan desa sangat sepi hanya rombongan kami yang ada dan sesekali berpapasan dengan warga desa yang sedang bekerja di ladang/ kebun.

Udara sangat cerah dan panas, dari ketinggian seluas mata memandang tampak dikejauhan pinggiran kota Karawang, luasnya areal masih belum produktif, sebagian besar berupa ilalang dan tanaman liar, hanya dipingir jalan yang kami lalui tampak beberapa petak kebun palawija dan tanaman padi tadah hujan, menurut informasi yang kami peroleh sulitnya air dan tidak ada system irigasi sehingga pertanian dan perkebunan tidak berkembang. Lokasi rumah warga juga agak berjauhan, Desa PARUNG MULYA memiliki 450 KK seluruhnya adalah petani/ peladang dan pedagang (warung kecil). Sepanjang jalan berkibar bendera PIS dan beberapa ada bendera PDIP dan PPP, kelihatannya baik desa PARUNG MULYA dan desa dibawahnya adalah basis PIS.

Rombongan dan Team sukses akhirnya tiba di Posko PIS yang merupakan rumah agak besar dengan pendopo juga cukup luas, sudah menanti tokoh masyarakat setempat yaitu Bapak Nur dan warga masyarakat, Ketua PIS PAC Klari memberikan sambutan kata pembuka, kemudian disusul Ibu Vega Violeta Puspa – Celeg DPRD Karawang memberikan sambutan perkenalan dengan bahasa setempat (Sunda) disusul Bapak Nindya Nazara – Celeg DPR RI Jabar VII menyampaikan salam perkenalan dan dilanjutkan sosialisasi pemilu dan surat suara dihadapan warga desa yang terus berdatangan baik bapak-bapak dan ibu –ibunya, warga menyimak dan sebagian besar sudah mengerti karena sebelumnya kader-kader PIS (Teamnya Ibu Vega) pasti sudah lebih dulu memberikan pembekalan kepada warga desa.

Dalam sesi tanya jawab, ada seorang warga (ibu) menyeletuk, “bahwa kami hanya memberikan janji, bukan bukti”… seperti yang dilakukan pada Pikada Bupati beberapa waktu lalu yang suaranya menang mutlak didesa tersebut namun sang Bupati setelah terpilih tidak pernah lagi muncul ke desa tersebut, apalagi merelisasikan janji-janjinya.

Kami terkejut juga dengan peryataan tersebut, dan kami sadar bahwa warga desa yang polos ini sudah memiliki keberanian mengemukakan pendapat dan yang paling penting mereka punya nurani, sehingga sekali lagi kami tidak berani berjanji apa-apa kecuali memberikan pandangan tentang mekanisme pemilihan anggota DPR RI, DPRD dan DPD serta Presiden RI sesuai UU pemilu dengan bahasa yang sederhana, dan menampung aspirasi serta harapan mereka, misalnya masalah yang paling basic yaitu listrik, kami akan bantu menyampaikannya kepada pemerintah.

Kami juga akan mempromosikan lahan tidur mereka yang luas (belum tergarap) beberapa dikuasai oleh perusahaan besar namun belum dimanfaatkan sehingga ada harapan warga untuk dibantu sebagai petani penggarap dilahan tidur tersebut. sebagai ilustrasi harga tanah disana masih sangat murah yaitu Rp. 3 juta untuk 1 hektar persegi.

Setelah sosialisasi dan tanya jawab selesai kami menempelkan stiker PIS dan membagikan Kalender PIS kepada warga, kemudian kami berpamitan untuk kembali menuju desa lain. Saat kami pamit masih terus saja warga berdatangan dan minta atribut PIS, hingga kami kehabisan logistic.

Diperjalanan pulang kembali ke lokasi dimana mobil rombongan diparkir, kami bertemu seorang petani yang sedang beristirahat di gubuknya, kami sempat berbincang-bincang dan berfoto bersama petani tersebut dengan menggunakan topi caping bersama-sama Ibu Vega dan Bapak Agus Sulasmana – Wakil Ketua PIS PAC Klari. Kemudian kami meneruskan perjalanan menuruni jalan desa. Rombongan kelelahan, kehausan dan kelaparan menjelang petang, namun tidak satupun kami temukan rumah makan hingga kami jumpai hanya warung kecil milik warga dan seluruh rombongan dapat istirahat sejenak untuk sekedar minum dan menikmati makanan kecil berupa roti khas setempat dan makanan ringan lainnya.

Bapak Agus menyarankan untuk lanjut ke 2 (dua) desa lagi yang merupakan basis PIS, namun kami melihat kondisi rombongan sudah sangat kelelahan apalagi terdapat anak-anak kecil yang ikut dalam rombongan, Ibu Vega juga sudah terkilir pergelangan kakinya karena salah menggunakan selop agak tinggi, Ibu Shelly juga sudah lecet-lecet kaki, dan anak ibu Vega yang ikut sempat terjatuh dan menangis. Sehingga kami memutuskan untuk kunjungan lapangan cukup di 2 desa ini dulu yaitu desa KUTA MEKAR dan PARUNG MULYA, karena sore harinya kami agendakan berkunjung ke DPC Kabupaten Bekasi yaitu bertemu dengan Sekertasis DPC Bapak Theodorus Rauf (Teddy) yang juga Caleh DPRD Kab. Bekasi.

aksi temu warga / wong cilik di bekasi

aksi temu warga (wong cilik) di Kab. Bekasi

Kali ini Caleg PIS DPR RI Jabar VII No. Urut 4, Bapak Nindya Nazara dan Team Sukses menuju daerah pemilihan Bekasi dan sekitarnya untuk pemantauan lokasi, tatap muka dengan warga kecil, pengenalan PIS kepada warga, pembagian atribut PIS dan sosialisasi PIS dan pemilu kepada warga sekitar Bekasi.

Logistik yang dibawa adalah 10 dus minuman kemasan Aqua botol, 2500 lembar stiker PIS, 1000 lembar kalender PIS, bendera PIS, beberapa pak rokok dan makanan ringan lainnya. Rombongan berangkat dari sekertariat Team Sukses di Jl. H. Samali, Pejaten Pasar Minggu Jakarta Selatan menuju Bekasi, sebelumnya sempat mampir di lokasi rest area toll Cikampek untuk mengisi BBM dan membagikan stiker & kalender PIS kepada masyarakat, juga setiap pintu toll kami membagikan atribut PIS kepada petugas jaga pintu toll yang disambut antusias dan ucapan terima kasih.

Tujuan kami langsung ke sentra-sentra pusat kegiatan masyarakat di Bekasi, dimana sebelumnya Team Sukses beristirahat di sebuah kawasan ruko untuk makan pagi, yaitu soto mie dan selesai sarapan, Team Sukses memanfaat situasi dengan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, yaitu para pemilik toko, pedagang asongan, pengunjung warung, pedagang rokok, kios kecil, tukang parkir, sopir taxi, para pengemudi becak dan warga yang lalu lalang.

Pada saat Team Sukses membagikan atribut PIS berupa kalender dan stiker kepada para tukang becak, kami sempat kewalahan karena sambutannya luar biasa antusias, mereka berbondong-bondong minta ditempel stiker PIS pada becaknya, Team Sukses segera menempelkan stiker dibagian yang terlihat yaitu di sisi kiri dan kanan dalam becak dekat bangku penumpang, di atas atap becak sebelah belakang dan di body becak, kemudian kami berfose bersama (foto) dengan para tukang becak yang disambut meriah, semuanya mengangkat jari … “ hidup PIS… hidup PIS” teriak mereka sambil tertawa riang, kemudian kami membagikan rokok dan minuman kemasan kepada para tukang becak dan warga yang lewat.

Tidak mau ketinggalan pengemudi taxi yang mangkal juga ikut-ikutan minta stiker dan kalender PIS, kamipun membagikannya, disusul gerobak dagangan juga minta ditempelkan stiker PIS, kami pun menempelkannya dan memberikan souvenir kalender PIS. Semuanya antusias kami pun terharu betapa masyarakat sangat peduli dengan pesta demokrasi. Sementara Pak Dovi dan Pak Iwan (team sukses) berkeliling menempelkan stiker PIS di seluruh kawasan ruko dan posko parkir. Setelah selesai dan cukup puas kami melanjutkan perjalanan, dimana sebelumnya Team Sukses dan Caleg PIS DPR RI Jabar VII sempat berfose (foto) dilokasi dengan mengibarkan bendera PIS.

Tibalah kami disasaran campaign yaitu kawasan pasar tradisional dan terminal, segera Team Sukses membongkar ransum perbekalan dan atribut PIS, dengan 3 buah ransel besar kami memasukkan minuman Aqua botol, rokok dan stiker PIS. Kemudian dengan pe’de (yakin) kami berjalan memasuki terminal Bekasi, Team dibagi 2 tugas, yaitu sasaran angkot dan sasaran bus kota, segera team angkot beraksi dengan ijin pengemudi dan “preman terminal” kami melakukan aksi menempel stiker PIS di angkot yaitu dikaca belakang, kaca dalam, pintu masuk dan bagian lain yang dianggap strategis untuk dilihat penumpang angkot, tak lupa kami membagikan minuman mineral Aqua kepada pengemudi angkot yang kendaraannya bersedia ditempelkan stiker PIS.

Sementara team buser (buru sergap) bus kota juga beraksi menempelkan stiker di bus kota maupun bus antar kota, stiker umumnya ditempel di kaca belakang bus dan bagian dalam dekat supir, juga dibagi-bagikan kepada supir dan kernetnya. Aksi dilakukan siang hari diterminal Bekasi, dimana udara cukup panas, bising, polusi dan ramai, namun team sukses tetap semangat karena Caleg PIS DPR RI Jabar VII Bapak Nindya Nazara juga ikut terjun kelapangan bersama-sama team sukses. Bahkan Bapak Caleg juga sibuk bolak balik ke mobil untuk mengambil logistik yang habis. Walaupun kami lelah namun tetap semangat karena aksi ini sangat seru dan menantang.

Nindya Nazara – Caleg PIS untuk DPR RI Dapil Jabar VII (Bekasi – Purwakarta – Karawang) bersama-sama Team Sukses sempat berfose (foto) bersama para supir/ pengemudi angkot di terminal Bekasi yang antusias menyambut aksi kami. Program berjalan lancar dan didalam terminal kami berhasil menempel cukup banyak angkot dan bus, kemudian team memutuskan keluar dari terminal untuk melanjutkan aksi yang sama diluar terminal.

Kembali team dibagi 2 regu, regu pertama bertugas menyambangi angkot yang baru datang dan ngetem di depan pintu masuk terminal karena menunggu penumpang, sementara regu kedua bertugas menyisir lokasi sekitar terminal dan pasar tradisional untuk menggarap para tukang ojek, tukang becak dan pengunjung pasar.

Pak Dovi dan Pak Iwan (team Sukses) di group pertama dan segera melakukan aksinya, membagi-bagikan kalender dan minuman mineral Aqua kepada supir yang datang dan segera menempelkan stiker PIS di kaca dan bodi mobil angkot. Sementara Ibu Shelly (bendahara Team Sukses) memantau dari kejauhan sambil membuat dokumentasi foto aktifitas tersebut. Terlihat perjuangan pak Dovi sangat luar biasa, dimana angkot yang ngetem biasanya tidak berhenti lama, melainkan saat diusir oleh petugas DLLAJR mereka segera berangkat, jadilah pak Dovi berakrobat ria, turun naik dan lari-lari sambil loncat turun naik angkot.

Pak Caleg mendampingi pak Idink (Team Sukses) digroup dua bertugas menyapu para tukang becak dan ojek, nah ini pengalaman yang juga tak terlupakan, dimana sambutan para tukang becak sangat berbeda dengan sopir angkot/ bus. Umumnya kaum wong cilik ini lebih memiliki hati nurani dan santun, mereka sangat antusias dan sangat senang kami datangi, sambutannya meriah dan sangat “welcome”… kami segera menempelkan stiker PIS pada body becak di 3 tempat yaitu bagian dalam sisi kiri dan kanan spatboard dan sebagian ada yang minta di tempel di jok dalam, juga dibagian atap (canvas roof) dan body belakang, kami pun dengan semangat menempel.

Bagian yang membuat kami haru adalah saat kami membagikan botol-botol aqua, mereka dengan berebutan menerimanya dan langsung mengosongkan isinya, diminum hingga habis dan mengucapkan terima kasih, kamipun merobek bungkusan rokok, membagikannya dan pak Caleg sendiri yang menyalakan korek api (menyulut) dibibir para tukang becak tersebut. keakraban inilah yang akan selalu terkenang sepanjang hayat walaupun mungkin kami tidak menang pemilu namun aksi ini sangatlah menyentuh dan membahagiakan, dimana kami memetik hikmah bahwa banyak sekali rakyat Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan yang masih memerlukan bantuan dan uluran tangan pemerintah.

Para tukang becak makin banyak berdatangan, dan kami terus menyambangi mereka, juga penumpang becak kami berikan kalender PIS, pejalan kaki dan pedagang sekitarnya. Kamipun sempat berfoto bersama mereka, terlihat wajah para tukang becak yang ceria saat kami beri minum, rokok, stiker, kalender dan selanjutnya kami foto. Bahkan ada yang berteriak : “ pak minta kaos-nya juga”….!!!.. tak lupa kami mensosialisasikan PARTAI INDONESIA SEJAHTERA nomor 33 dan Capres PIS Bang YOS / SUTIYOSO kepada para wong cilik.

Selanjutnya Team Sukses dan Caleg beristirahat sejenak untuk aksi selanjutnya menyisir masuk ke pasar tradisional untuk membagikan kalender PIS kepada para pedagang pasar dan pengunjung pasar tradisional. Walaupun lelah dan lapar kami tidak merasakannya karena semangat kerja yang tinggi. Saat istirahat tersebut kami kedatangan tamu menggunakan sepeda motor besar (special engine) type trail dengan perlengkapan canggih seperti GPS, box metal kiri kanan dan kelengkapan lain untuk perjalanan jauh, pengemudinya bule (Jerman) dan tersesat serta kehilangan teman seperjalanan yang menggunakan motor yang sama, si bule bertanya dalam bahasa inggris apakah kami melihat rekannya dan kemana jalan menuju Cirebon. Kami menunjukkan arah dan juga bertanya dimana dapat menemukan warnet terdekat untuk berkomunikasi dengan rekannya. Kemudian si bule pamit, kami sempat memperhatikan plat nomor sepeda motornya bukan plat Indonesia, mungkin Jerman dan bule melanjutkan perjalannya setelah “say tengkiu” dia mengatakan akan menuju Surabaya dan Bali sebagai tujuan akhir.
Team kembali bekerja dengan masing-masing membawa kalender dan memasuki pasar tradisional dengan dibagi 3 team karena bendahara Team Sukses ikut terjun ke pasar, team menyisir sisi (lorong) kanan, kiri dan tengah, Pak Caleg dan Bendahara Team kebagian sisi kanan pasar dan kami segera melakukan aksi membagikan kalender PIS, seluruh toko dan kios kami bagikan kalender, juga pengunjung pasar yang kebetulan kami jumpai meminta juga kalender PIS. Aksi ini tidak memakan waktu lama karena kami hanya membagi-bagikan saja sebentar saja kalender yang kami bawa ludes. Team kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan menuju sekertariat PAC PIS Tambun Selatan – Kab. Bekasi untuk bertemu dengan Sekertaris DPC PIS Bekasi Bapak Theodorus Rauf (Teddy).

MENYAMBANGI WONG CILIK